
NL-DOBO: Kehadiran kapal PT. Pelni (persero) sangat krusial bagi pulau-pulau terluar dan terdepan (3T) Indonesia, yang berfungsi sebagai urat nadi konektivitas, mobilitas warga, dan distribusi logistik. Namun kondisi ini berbading terbalik di Dobo kepulauan aru Maluku, yang hanya di singgahi 1 unit kapal regular, yang tidak seimbang dengan arus penumpang. Satu unit kapal reguler milik PT. Pelni ini hanya menyigahi Pelabuhan Yosudarso Dobo sebanyak 2 kali sebulan, akibatnya arus keluar masuk penumpang membludak serta berdesak desakan di atas kapal. Berbagai upaya sudah di lakukan pihak Pelni cabang dobo dengan menyurati kemeterian perhubungan RI di Jakarta, guna menambah 1 unit kapal reguler agar bisa menyiggahi pelabuhan yosudarso dobo. Meski demikian, Pemeritah Daerah di mintah pro aktif guna mendukung apa yang sudah di upayahkan pihak Pelni cabang Dobo.
Kepala Pelni Cabang Dobo, Idham Fajar Gemilang mengatakan Di Dobo, (5/5/2026) arus penumpang tujuan bagian barat setiap tahun meningkat , seiring dengan petubuhan ekonomi di Dobo yang di kenal sebagai salah satu penyumbang ikan terbesar untuk pasar ekspor indoensai ke manca negara. Namun tak di imbangi dengan angkutan laut yang belum memadai , khususnya angkutan penumpang, “ kendala kita adalah , hanya ada satu kapal pelni yang berlayar dari Dobo ke arah barat. Idelanya musti ada dua kapal regular yang singgah di Dobo.’’Ungkap Idham. Lebih lanjut di katakan, pihaknya sudah melakukan berbagi terobosan. Untuk itu, ia meminta perhatiain serius dari Pemerintah pusat dan Daerah dalam bersinergi untuk menjawab kodisi yang ada di kepulauan aru . ( AL)
