
DOBO- HL : Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Aru memperketat pengawasan, distribusi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di kota Dobo. Langkah ini diambil, guna mengantisipasi praktik spekulan di tengah keterbatasan pasokan beras murah tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kepulauan Aru, Marwan Mardana menjelaskan, Di Dobo (9/09/2026) pihaknya menerjunkan Tim Pengawas ke lapangan untuk menyisir rantai distribusi di Pasar. Selain itu, mengecek situasi pendistribusian beras SPHP di lapangan agar tepat sasaran, “ Saya Sudah Instruksikan Bidang terkait untuk melakukan evaluasi di lapangan, agar memantau sistim distibusi.” Terang Mardana.
Lebih lanjut Mardana Mengurai, sesuai harga resmi beras sphp berukuran 5 kilogram adalah Rp.67.500, dengan batas toleransi maksimal di tingkat mitra resmi sebesar Rp 70.000. Saat ini, Bulog Cabang Tual telah menunjuk empat mitra resmi di kota Dobo untuk menyalurkan beras SPHP langsung ke masyarakat, “ Bulog Tual Telah Menunjukan 4 Mitra Bulong Resmi untuk menangangi Beras SPHP di Dobo, dengan harga yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Pusat “. Tegas Mardana.
Di Katakan, guna mendukung stabilitas harga, Pemerintah Daerah Kepulauan Aru juga mengalokasikan anggaran stimulus sebesar Rp. 20 juta dari APBD untuk membantu operasional distribusi. Kelangkaan beras sphp/ kibat kendala transportasi feri. Terlebih Bulog Tual harus membagi kuota, untuk maluku tenggara dan Maluku Barat Daya. Kondisi ini memicu indikasi adanya pedagang kecil yang membeli secara retail untuk ditimbun dan dijual kembali dengan harga tinggi. (GUS)
