
Hujan deras di sertai angin kencang yang melanda perairan laut Arafura, membuat pihak ototiras pelabuhan Yosudarso Dobo Kepulauan Aru Maluku menundah keberangkatan kapal ferry dari Dobo kepulauan aru tujuan Tual.
Penutupan aktivitas pelayaran oleh otoritas pelabuhan Yosudarso Dobo, sejak dua hari kemarin hingga beberapa hari ke depan. Penutupan aktifitas pelayaran ini di lakukan pihak otoriras, karena merujuk mimbauan dari BMKG terkait cuaca ekstrim di perairan laut Arafura.
Kapten kapal ferry lobster Ari Sihite membenarkan,gal ini saat di temui media (sabtu,29/1/2026). Penundaan sementara ativitas pelayaran antar pulau ini, oleh otoritas pelabuhan. Demi keselamatan awak kapal dan penumpang /akibat cuaca buruk yang terjadi, “ ya untuk sementara kapal ferry belum bisa berlayar, karena cuaca buruk .” jelasnya .Lebih lanjut sihite katakan , saat ini KMP. Lobster masih merapat di pelabuhan peyeberangan Dobo, sambil menunggu informasi lanjut dari pihak otoritas pelabuhan.
Akibat penundaan keberangkatan kapal ferry, sebagian penumpang memilih tetap tinggal di dalam kapal guna mendapat informasi lanjut terkait keberangkatan kapal. Selain melakukan penundaan pelayaran kapal ferry, otoroias pelabuhan Yosudarso Dobo juga menghimbau kepada pemilik kapal pelayaran rakyat yang melayani rute pulau – pulau terluar, agar tidak melakukan ativitas, hingga cuaca membaik. Siaran pers yang diterima dari BMKG Pos Dobo menyebut, kecepatan angin maksimum 15 sampai 20 knot, yang memicuh tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter yang disertai hujan lebat . Yang bisa membahayakan keselamatan pelayaran (AL)
