Februari 24, 2026

Kepala Ohoi Di Malra dapat penghargaan dari Kapolda Maluku.

NL -LANGGUR : Komitmen melawan peredaran minuman keras ilegal di Maluku bukan sekadar slogan. Di Lapangan Upacara Polda Maluku CR. Tahapary, Rabu (28/1/2026) pukul 09.15 WIT, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., secara langsung memberikan penghargaan kepada enam Kepala Ohoi Kabupaten Maluku Tenggara dan satu Raja Negeri Geser, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga wilayah dari bahaya miras.

Momen itu berlangsung bersamaan dengan Upacara Gelar Pasukan Operasi Pekat Salawaku 2026 sebuah operasi terpadu yang menandai keseriusan Polda Maluku membersihkan penyakit masyarakat, terutama peredaran minuman keras yang selama ini menjadi pemicu konflik sosial, kriminalitas, hingga kecelakaan lalu lintas.
Upacara dipimpin langsung Kapolda Maluku dan dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, para Pejabat Utama Polda Maluku, Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, S.Pt., S.I.K., Kapolres SBT AKBP Alhajat, S.I.K., serta Majelis Latupati Kota Ambon.

Enam Kepala Ohoi, Satu Raja Negeri
Adapun Kepala Ohoi Maluku Tenggara yang menerima penghargaan yakni:
Benediktus Farneubun, S.Sos – Kepala Ohoi Waur, Kecamatan Kei Besar
Abdul Rahman Hanubun – Kepala Ohoi Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan
Semuel Bastian Elisa Masbaitubun – Kepala Ohoi Warbal, Kecamatan Kei Kecil Barat
Josep Renyaan, S.Sos – Kepala Ohoi Sathean, Kecamatan Kei Kecil
Basri Kelanit, S.Pd – Pejabat Kepala Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil
Paulinus Andreas Ongirwalu, S.Sos – Penjabat Kepala Ohoi Letman, Kecamatan Kei Kecil
Selain itu, Suilani Kelian, Raja Negeri Geser, Kecamatan Seram Timur, juga menerima penghargaan serupa dari Kapolda Maluku.

Penghargaan ini bukan sekadar simbol seremonial. Para Kepala Ohoi dinilai aktif melakukan pendekatan persuasif kepada warga, memperketat pengawasan lingkungan, serta berani berdiri di garis depan menolak peredaran miras di wilayah masing-masing.
Dari Desa untuk Maluku yang Lebih Aman
Kapolda Maluku menegaskan, keberhasilan menjaga kamtibmas tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Peran pemimpin adat dan pemerintahan tingkat bawah justru menjadi kunci utama. “Ketika Kepala Ohoi bergerak, masyarakat ikut bergerak. Inilah kekuatan Maluku,” tegas Kapolda dalam amanatnya.
Dukungan enam Kepala Ohoi di Maluku Tenggara ini dinilai memberi dampak nyata, mulai dari meningkatnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),
terlindunginya remaja dan generasi muda dari dampak buruk miras,menurunnya potensi kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas,membaiknya kualitas kehidupan sosial warga,hingga meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

Langkah-langkah pencegahan yang dimulai dari desa ini sekaligus menjadi bukti bahwa perang terhadap miras tidak harus selalu dengan penindakan keras—tetapi bisa dimulai dari kesadaran kolektif dan keteladanan pemimpin lokal.
Upacara berakhir pukul 10.15 WIT. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.

Di tengah maraknya penyakit masyarakat, penghargaan ini menjadi pesan kuat masa depan Maluku yang aman dimulai dari Ohoi. ( Billy Rahanra)

Berita Terkait